:

Maharaya Festival 2026 Hadirkan Konsep Baru, Jalan Raya Disulap Menjadi Ruang Lahirnya Karya Tari

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP  I MaduraNetwork.id – Maharaya Festival 2026 akan menghadirkan pendekatan berbeda dalam dunia seni pertunjukan dengan menjadikan jalan raya bukan sekadar lokasi pementasan, melainkan ruang yang melahirkan proses kreatif sebuah karya tari. Konsep tersebut menjadi identitas utama festival yang akan digelar di Kabupaten Sumenep pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

 

Berbeda dengan pertunjukan tari yang umumnya memindahkan karya dari panggung konvensional ke ruang terbuka, Maharaya Festival mengajak para koreografer menyusun karya sejak awal berdasarkan karakteristik jalan raya. Seluruh proses kreatif, mulai dari eksplorasi gerak, pola lantai, komposisi penari, arah hadap hingga interaksi dengan penonton, dirancang menyesuaikan ruang publik tersebut.

 

Salah satu inisiator Maharaya Festival, Nur Khalis, mengatakan konsep itu lahir dari keinginan menghadirkan perspektif baru dalam penciptaan seni tari. Menurutnya, jalan raya memiliki karakter yang mampu memengaruhi bentuk dan bahasa artistik sebuah karya.

 

"Selama ini banyak pertunjukan tari di jalan raya sebenarnya merupakan karya yang sejak awal dibuat untuk panggung konvensional, kemudian dipindahkan ke ruang terbuka. Kami ingin membalik cara pandang tersebut. Jalan raya bukan hanya tempat mempertunjukkan karya, tetapi menjadi ruang yang sejak awal melahirkan ide dan koreografi," ujarnya.

 

Ia menjelaskan, setiap ruang memiliki karakter yang berbeda sehingga akan memengaruhi pilihan artistik seorang koreografer. Karya yang dirancang khusus untuk jalan raya diyakini akan menghasilkan pengalaman pertunjukan yang berbeda dibandingkan karya yang lahir dari panggung tertutup.

 

Menurut Nur Khalis, mulai dari pola gerak, komposisi penari, arah hadap hingga cara penonton menikmati pertunjukan akan menyesuaikan karakter ruang publik. Melalui pendekatan itu, Maharaya Festival diharapkan mampu membuka tradisi baru dalam penciptaan koreografi berbasis jalan raya.

 

Selain menjadi ruang eksplorasi seni, festival ini juga dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai sektor. Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhi beragam pertunjukan seni dan aktivitas budaya yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Mengusung tema "Gelombang dari Pesisir", Maharaya Festival 2026 tidak hanya berupaya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya seniman, akademisi tari, komunitas seni, pelaku UMKM, masyarakat, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memperkuat ekosistem kebudayaan daerah.

 

Nur Khalis berharap festival tersebut dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia ingin Maharaya Festival menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan baru yang mendorong seniman terus bereksperimen dan berinovasi dalam menciptakan karya seni pertunjukan.

 

"Kami berharap Maharaya menjadi ruang lahirnya cara-cara baru dalam berkarya. Festival ini diharapkan mampu menginspirasi para seniman untuk terus bereksperimen sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai daerah yang berani menghadirkan inovasi dalam dunia seni pertunjukan," katanya.

 

Maharaya Festival 2026 merupakan bagian dari Sumenep Calendar of Event 2026. Kehadirannya diharapkan semakin memperkaya agenda pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Sumenep sekaligus memperkuat citra daerah sebagai salah satu pusat kreativitas seni di Madura.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *